Cara memperbaiki data pada hard disk yang rusak dengan Debian

Hard disk pada gambar di atas adalah hard disk laptop saya yang dibelikan orang tua saya pada waktu kuliah semester akhir sekitar tahun 2012. Setelah bekerja dan membeli MacBook Pro 2018, laptop tersebut dipakai Bapak saya sebagai hiburan dan penunjang aktifitas di rumah.
Awalnya Bapak saya ragu untuk menggunakan karena pakai Linux Mint. Beliau takut kesulitan untuk menggunakan terlebih kalau ada masalah. Setelah saya coba ajari dan meyakinkan beliau kalau pakai Linux itu mudah dan tidak seburuk yang dibayangkan, ternyata beliau malah suka dan merasa bangga bisa pakai komputer dengan Linux 😄
Setelah beliau meninggal dunia paa Mei 2024 yang lalu, laptopnya sempat terbengkalai karena nggak dipakai lagi. Sebelum beliau meninggal juga sempat komplain kalau papan ketiknya bermasalah dan nggak bisa masuk ke sistem. Saya merasa menyesal nggak bisa perbaiki laptopnya hingga beliau meninggal 😔
Gagal menyalin data
Singkat cerita, hard disk tersebut saya bawa ke Jakarta dan saya coba untuk menyalin data-data penting yang ada di dalamnya. Saya berhasil membuka folder /home karena memang hard disknya tidak dienkripsi.
Pastikan hard disk Anda dienkripsi atau punya folder yang dienkripsi dengan VeraCrypt atau Cryptomator agar data-data penting Anda tetap aman ketika berada di tangan orang lain misalnya ketika diservis atau dicuri.
Saya lupa mendokumentasikan tampilan error yang terjadi dan baru ingat setelah menjalankan perintah e2fsck 😅
Baris perintah sederhana yang memberikan harapan
Dari jawaban salah satu pertanyaan yang diajukan di Ask Ubuntu, saya mencoba perintah e2fsck yang disarankan.
Sebelum menjalankan perintah tersebut, saya cari tahu dulu di mana letak direktori perangkat.

Dari informasi di bagian Perangkat, diska tersebut berada di dev/sda1. Informasi ini dapat berbeda di setiap perangkat yang kita sambungkan ke komputer.
Kemudian, saya jalankan perintah untuk memeriksa dan memperbaiki hard disk yang bermasalah tersebut dan berikut riwayat perintahnya:
sudo e2fsck -c -v /dev/sda1
[sudo] kata sandi untuk findra:
e2fsck 1.47.2 (1-Jan-2025)
/dev/sda1: recovering journal
Checking for bad blocks (read-only test): done
/dev/sda1: Updating bad block inode.
Pass 1: Checking inodes, blocks, and sizes
Inodes that were part of a corrupted orphan linked list found. Fix<y>? yes
Inode 25296916 was part of the orphaned inode list. FIXED.
Pass 2: Checking directory structure
Pass 3: Checking directory connectivity
Pass 4: Checking reference counts
Pass 5: Checking group summary information
Block bitmap differences: -(101351440--101351441)
Fix<y>? yes
Free blocks count wrong (134680132, counted=134688937).
Fix<y>? yes
Inode bitmap differences: -25296916
Fix<y>? yes
/dev/sda1: ***** FILE SYSTEM WAS MODIFIED *****
341941 inodes used (0.88%, out of 39075840)
3704 non-contiguous files (1.1%)
281 non-contiguous directories (0.1%)
# of inodes with ind/dind/tind blocks: 0/0/0
Extent depth histogram: 277921/347/1
21593687 blocks used (13.82%, out of 156282624)
0 bad blocks
2 large files
246416 regular files
30400 directories
56 character device files
25 block device files
0 fifos
1136 links
65032 symbolic links (63580 fast symbolic links)
3 sockets
------------
343068 files
Alhamdulillah, setelah proses selesai, akhirnya saya dapat menyalin berkas-berkas dari hard disk tersebut ke komputer.
Ternyata memang ada beberapa masalah pada blok penyimpanan yang ditemukan seperti corrupted orphan linked list serta perbedaan jumlah blok dan inode yang terbaca.
Selain memeriksa masalah, e2fsck juga mampu memperbaiki masalah-masalah tersebut dengan baik.
Alih guna dan kepemilikan
Setelah berhasil menyalin data, hard disk tersebut saya format dan rencananya saya gunakan sebagai hard disk eksternal untuk mencadangkan data.
Saya berencana akan mengenkripsi hard disk ini agar lebih aman dan akan membuat artikel tentang prosesnya, insyaa' Allah. Tunggu, ya? 😉